Blog yang berisikan Motivasi Hidup

Tampilkan postingan dengan label kisah tentang cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah tentang cinta. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 Mei 2013

Cara Instant Dapat Pacar Dalam Waktu 1×24 jam

 Pacaran Jarak Jauh
Pacaran jaman sekarang sudah berbeda dengan pacaran jaman dulu. Jika anda seorang pemalu dan belum pernah pacaran maka artikel ini cocok untuk anda. DIjamin anda akan mendapatkan pacar yang perhatian dan baik dalam waktu 1×24 jam. Mungkin anda tidak akan percaya bahwa ini bisa terjadi tapi jangan salah cara ini tidak memakai ilmu hitam yang aneh2. Anda juga bebas untuk memilih pasangan anda sesuai dengan kriteria anda dan bila anda sudah bosan dan tidak cocok dengan pasangan anda maka anda dapat dengan mudah mendapatkan pengganti yang baru semudah membalikkan telapak tangan. Tertarik untuk mencoba?
Banyak pria di dunia ini yang mungkin kesepian dan mendambakan kehadiran seorang pacar. Peluang ini coba dimanfaatkan oleh seorang pelajar dengan membuat situs jasa sewa-menyewa pacar.
Situs itu dinamakan GirlfriendHire oleh Cody Krecicki, sang pencetusnya. Di situs ini, mereka yang kesulitan cari pacar bisa menyewanya dengan harga yang cukup murah.
Hanya dengan berbekal USD 5 atau sekitar Rp 45 ribu, para pria pemalu bisa mendapat seorang wanita yang akan berperan sebagai pacar dalam kurun waktu tertentu.
Namun hubungan hanya dilakukan secara virtual, tidak bertemu di dunia nyata. Sang pacar pun bisa disuruh untuk melakukan kemauan yang diingini sang penyewa. Dari berkirim pesan mesra sampai mesum, ataupun memberi nasehat soal busana.
Peminat bisa memilih gadis yang diinginkannya melalui halaman situsnya. Di situ, ditampilkan foto serta layanan yang mereka tawarkan.
“Website ini adalah jalan di mana para para lelaki bisa melakukan sesuatu yang menyenangkan,” kata Krecicki yang masih berstatus mahasiswa, seperti dikutip detikINET dari Globe & Mail.
Beberapa layanan persewaan sejenis bermunculan. Mereka umumnya masih dalam tahap start-up dan belum mendapat perhatian luas.

Guru Naksir Murid

 
Kalau guru yang masih bujang ketemu jodohnya di sekolah dan seprofesi saya rasa ndak ada masalah. kalau terbalik, guru yang naksir muridnya ? Masalah akan jadi masalah kalau kita menjadikan itu masalah. Kalau tidak tentunya akan baik-baik saja.Banyak kok Guru yang nikah dengan muridnya sendiri.
Ketika seorang guru naksir muridnya adalah hal yang wajar. Manusia diciptakan dengan rasa saling asih. Kalau hal ini terjadi kepada Anda (yang berprofesi sebagai guru dan masih lajang) saran saya,
  • Pastikan perasan Anda tidak terdeteksi oleh biang gosip. Mengapa demikian mencegah adanya berita yang bukan-bukan.
  • Jangan membaurkan perasaan Anda dengan kegiatan akademik, apalagi yang berhubungan dengan nilai.
  • Pastikan siswa yang Anda taksir tahu tentang perasaan Anda.
  • Silaturahmi ke rumah murid Anda, Pelan tapi pasti utarakan perasaan Anda kepada orang tua murid.
  • Kalau si murid masih jauh dari kelulusan, sabar menunggu ya Bang,…
  • Bersikaplah profesional ketika di sekolah, kalau bisa kurangi pergi berduaan. Apelnya di rumah saja. (ini kalau udah disepakati sama ortu).
Guru juga manusia kan, jatuh cinta itu indah. Semangat !

Rabu, 15 Mei 2013

Keajaiban Kesabaran dan Kekuatan DO'A Seorang ISTRI

 
Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.
Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya. Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh.
Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada dirumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.
Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam.
Do'a "Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin" mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya.
Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.
Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri kerumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.
Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana dikamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.
Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak disudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik.
Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. “Ya bagaimanapun yang dihadapi Alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban.”
Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku.” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.
Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau.

KESETIAAN SEEKOR ANJING

 
Kisah ini berdasarkan kisah nyata tentang seekor anjing bernama Hachiko. Kisah Hachiko sendiri sudah cukup lama. Dia lahir di tahun 1923 di sebuah perfektur bernama Akita. Lalu seorang profesor bernama Hidesaburo Ueno yang saat itu berusia 53 tahun memeliharanya. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya inilah kisah Hachiko dimulai.
Saat Hachi mulai tumbuh besar sudah menjadi kebiasaan ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian tuannya hingga ke depan pintu Stasiun Shibuya. Di petang hari saat jam pulang kerja, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput dan menunggu kedatangan Profesor Ueno. Hal ini terjadi berulang-ulang setiap hari.
Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Tetapi Hachi masih tidak mengerti kalau Profesor Ueno sudah meninggal. Setiap hari, sekitar jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat duduk menunggu kepulangan majikannya di depan pintu Stasiun Shibuya. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus dan tidak terurus. Beberapa kerabat Profesor Ueno beberapa kali menjemput dan mengambilnya, tetapi Hachi selalu kembali lagi ke Stasiun Shibuya menunggu kedatangan tuannya.
Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saito dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saito menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya roken monogatari (“Kisah Anjing Tua yang Tercinta”). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran “ko” (“sayang”) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya “Hachiko”.
Sekitar tahun 1933, kenalan Saito, seorang pematung bernama Teru Ando tersentuh dengan kisah Hachiko. Ia ingin membuat patung untuk Hachiko. Patung perunggu Hachiko selesai dibuat dan diresmikan tahun 1934, diletakkan di depan Stasiun Shibuya
Selama 9 tahun lebih, setiap hari Hachiko muncul di stasiun Shibuya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya kecewa karena tuannya tidak kunjung datang. Sampai pada suatu pagi tanggal 8 Maret 1935, Hachiko, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya dimana Hachiko biasanya tidak pernah pergi ke sana. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.
Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Upacara perpisahan dengan Hachiko dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, kerabat dekat, dan penduduk setempat. Biksu dari Myoyu-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachiko berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachiko dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachiko di offset, dan hingga kini dipamerkan di Museum of Nature and Science Tokyo.
Anjing luar biasa! agak sedikit mencengangkan bagi saya seekor anjing begitu setia menunggu kedatangan tuannya selama kurang lebih 9 tahun. Mencengangkan karena seekor anjing memiliki kesetian dan kecintaan yang begitu besar menunggu kedatangan tuannya selama hidupnya dengan ikhlas tanpa ada rasa pamrih. Sesuatu yang ditunjukan oleh binatang ciptaan Tuhan yang kadang dipandang hina oleh sebagian manusia, bahkan dijadikan bahan kata cacian yang kasar untuk menghina atau mencaci orang lain.
Senin, 13 Mei 2013

Kisah Tentang Cinta Sejati Istri Shalehah

Kisah cinta sejati istri shalehah – Di suatu pagi yang sejuk saya memulai bekerja, saya bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit kecil di pinggir kota.
Kisah-Tentang-Cinta-Sejati-Istri-Shalehah
Kisah-Tentang-Cinta-Sejati-Istri-Shalehah
Di suatu pagi, datang seorang ibu. Umurnya sekitar lima puluh lima tahun. Dia memeriksakan luka jahitan di sekitar tangannya. Karena suasana rumah sakit yang memang sedang sibuk. Sehingga ibu tersebut harus menunggu untuk mendapatkan penanganan pada lukanya tersebut.
Ketika menunggu, ibu itu terlihat gelisah, sering kali dia melihat jam tangannya. Saya memberanikan diri unutk memberikan pengannan medis kepada ibu tersebut. Setelah dokter memeberikan persetujuanunutk menangani luka pada tangan ibu tersebut. Lalau saya membersihkan luka dan memperban luka itu lagi.
Sembari melakukan hal tersebut. Saya melihat ibu tua itu melihat jam beberapa kali. Saya memberanikan diri untuk bertanya.
“bu, apakah anda punya janji hari ini, ko dari tadi melihat jam terus?”
“Tidak, saya tidak punya janji dengan siapapun pada hari ini. Tapi saya harus ke panti jompo unutk makan bersama suami saya” kemudian dia bercerita dia setiap hari berkunjung ke panti jompo.
Dari cerita tersebut di ketahui bahwa suami nya mengidap penyakit alzemair.
Kemudia saya bertanya, “apakah suami mu akan marah jika engkau tidak menemuinya untuk makan bersama?”
Dengan senyumnya  ibu itu menjawab, “ dia tidak akn marah, bahakn dia sudah tidak ingat lagi bahwa dia kenal dengan saya sejak lima tahun yang lalu.”
Saya pun terperanjat, “mengapa ibu masih pergi kesana setiap hari, padahal suami anda sudah tidak mengenali anda lagi.”
Sembari menepuk pundak saya ibu itu tersenyum pada ku, “walaupun suami saya tidak mengenali kepada diri ku, tapi saya masih kenal dengan dia.”
Tidak henti-hentinya saya mengalirkan air mata. Subhanallah, ya Allah bersyukur aku , kau memberikan contoh nyata pada ku tentang cinta dan keshalehan seorang istri kepada suami.