Blog yang berisikan Motivasi Hidup

Tampilkan postingan dengan label renungan motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan motivasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 Mei 2013

Pemikiran Dale Carnegie tentang Kebebasan dan Kebahagiaan

 
Ketika kita masih anak-anak, segala hal terlihat mungkin. Dunia terbentang luas dan kita melihat masa depan sebagai pengalaman yang menyenangkan. Kita bisa melakukan apa saja. Saya percaya bahwa kehidupan merupakan pengalaman, dan kebahagiaan merupakan keadaan alami dan dimana posisi kita seharusnya. Namun kita membiarkan banyak hal merintangi kebahagiaan dan kebebasan kita. Dalam kehidupan kita, kita menghadapi banyak tantangan dan sayangnya, seringkali kita membiarkan tantangan tersebut merintangi jalan kita.
Dale Carnegie merupakan salah asatu penulis buku favorit saya. Ia benar-benar mengetahui seberapa menantangnya perjalanan yang kita lalui, dan ia menyediakan kita dengan beberapa panduan untuk memasuki wilayah yang sedang kita coba masuki. Berikut ini merupakan beberapa perangkap yang ia jabarkan menggunakan kata-katanya sendiri. Perangkap-perangkap berikut dapat merampas kebahagiaan dan kebebasan kita jika kita membiarkannya.
Jumat, 17 Mei 2013

Renungan Akhir Tahun (Mengingat Akherat)

 
Pikirkan dan renungkanlah. Karena hanya sedikit sekali engkau mengingat akherat daripada perhatianmu terhadap duniawi. Engkau begitu mempedulikan dunia ini dan terus saja larut dalam senda guraunya, sehingga dengan mudahnya mengabaikan semua kepentinganmu nanti di akherat. Padahal Rasulullah SAW telah mengingatkan dalam sabdanya: “Ingatlah akan akherat! Sebab kalian telah lari dari mengingatnya dan lebih mencintai ajilah (duniawi)”.
Sungguh, cepat atau lambat dirimu akan berpisah dengan segala yang kau senangi dari dunia ini. Semua akan senang meninggalkanmu tanpa kau bisa berbuat apa-apa. Bahkan apa yang selama ini kau banggakan dan kuasai akan secara paksa di rampas darimu. Sebagai gantinya, engkau pun mati berkalang tanah di liang kuburan. Sehingga Imam Ali RA pernah berkata: “Mengingat akhirat merupakan obat dan kesembuhan, sedangkan mengingat dunia merupakan penyakit paling parah”. Dan ini sejurus dengan sabda Rasulullah SAW, berikut ini:
“Barangsiapa sering mengingat akhirat, niscaya maksiatnya berkurang” (HR. Ali bin Abi Thalib RA)

“Pilihlah (keuntungan) akhirat, niscaya dunia mendatangimu dalam keadaan hina (tunduk)” (HR. Ali bin Abi Thalib RA)
Sehingga sadarlah kekasihku, janganlah kau terus disibukkan dengan perkara dunia ini. Jangan pula dengan kesibukan itu kau pun lalai terhadap kewajibanmu. Atau di dalam hati dan pikiranmu hanya ada syahwat dan kenikmatan duniawi, terus mengumpulkan kekayaan dan hanya ingin terkenal di hadapan manusia. Padahal itu hanya akan membuatmu kian terhina dan celaka di hadapan-Nya.
“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. At-Tirmidzi)
Wahai kekasihku. Sesungguhnya seorang Mukmin itu adalah dia yang gemar bekerja keras hingga raganya letih. Ia terus semangat dalam memenuhi semua kebutuhan hidupnya di dunia. Namun, ia bekerja bukan untuk menumpuk harta kekayaan, tetapi sekedar memenuhi kewajibannya kepada Tuhannya. Pengabdiannya itu hanyalah sebagai upaya dalam menjaga amanah Tuhan – seperti; menjaga tubuh, akidah dan ibadah – dan bukan untuk menuruti hawa nafsu. Sehingga ia memang merasakan letih di dunia ini, tetapi punya harapan besar bahwa di akherat kelak ia pun bisa beristirahat dengan tenang di dalam Syurga-Nya.
Sedangkan lain dengan mereka yang celaka, yaitu di antara pribadi yang letih di dunia hanya demi menumpuk kekayaan dan menyenangi maksiat. Di dunia mereka ini telah sibuk dan letih, mereka terus terburu-buru dalam menikmati kesenangan dengan mengulur-ngulur tobat. Mereka juga selalu cemas kalau-kalau harta yang dengan susah payah di kumpulkan akan hilang, atau kesenangan ragawi menjadi habis (karena sakit atau tua). Bahkan nanti di akherat, ia terpaksa harus tetap sibuk dengan segala pertanggungjawaban lengkap dengan siksaan di Neraka. Sehingga selamanya akan merasakan letih dalam bekerja sia-sia, tanpa pernah beristirahat dengan nyaman.
“Orang yang berakal mengabaikan keindahan dunia kecuali sesuai dengan kebutuhannya. Begitupun seorang yang memahami akherat cenderung memalingkan dirinya kecuali demi kebenaran. Sehingga ia tidak menyibukkan diri untuk dunianya, melainkan sekedar untuk menguatkan dirinya agar bisa meniti jalan menuju akherat yang penuh ridha-Nya”

Tukang Ojek Jadi Miliarder

Nasib Sugiarto (40) berubah 180 derajat setelah berinvestasi dengan Lihan. “Waktu itu saya mencoba dengan modal Rp 5 Juta,” ujar bapak dua anak ini.
Dengan uang tersebut, sekarang Sugi, panggilan akrabnya, sudah jadi miliarder. “Padahal, awalnya saya hanya tukang ojek,” ujarnya.
Perubahan nasib itu, kata Sugi, tidak lepas dari sosok Lihan. “Alhamdulillah. Semua ini berkat karunia Allah yang mempertemukan saya dengan sosok Bapak Lihan sehingga kehidupan saya berubah total,” ujarnya.
Sugi mengaku, modal yang diusahakan bersama Lihan sudah mencapai Rp 12 miliar. “Saya bersama Lihan dan empat orang lainnya juga mendirikan perusahan PT Tri Abadi Mandiri di Lebak Bulus Jakarta,” ujarnya yang di temui di rumahnya, Jalan Karet Balitra Loktabat Utara.
Kerja sama yang dilakukan bersama Lihan, kata Sugi, berawal dari mendirikan lembaga pendidikan. “Awalnya dari kursus sopir mobil. Sekarang sudah merambah ke bisnis digital printing yang didirikan di Pelaihari. Mesin digital printing ini ditopang oleh jalur bisnis raksasa Lihan yang langsung mendapat paten dari Cina,” ujarnya.
Di samping memperkokoh jalur usaha, Sugi juga mengembangkan sikap sosialnya, yakni dengan dana pribadi merintis SD Islam Terpadu Babul Jannah. “Gurunya saya rekrut delapan orang dan semuanya saya gaji sendiri. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Selain Sugi, ada juga seorang loper koran merangkap office boy, Udel (30). Warga Kemuning Banjarbaru ini sekarang sudah menikmati hasil tanam modal ke Lihan yang dilakukan sejak Mei 2007.
“Kini saya sudah memiliki dua sepeda motor, perabot rumah serba baru, bahkan rumah baru,” ujarnya.
Udel mengaku sangat percaya dengan apa yang dikatakan Lihan. “Meski ada isu itu, tetapi nyatanya semua tetap lancar. Malah saya mau nambah lagi,” ujarnya. (sar)
Kamis, 16 Mei 2013

Kata-kata Inspirasi Hidup Terbaru 2013, Thomas Alva Edison dan Albert Einstein

 Kata-kata Inspirasi Hidup Terbaru 2013, Thomas Alva Edison dan Albert Einstein
Kata-kata Inspirasi Hidup Terbaru 2013 - Lika-liku perjalanan kehidupan memang menjadi sebuah misteri. Kadang indah, kadang sakit, kadang pahit dan kadang pula manis. Ya semua itu merupakan sebuah rencana yang sudah digariskan Tuhan kepada setiap hambanya. Pahitnya persoalan hidup adalah bumbu terbaik...

Kampanye Cinta Lingkungan Lewat Workshop Pengelolaan Sampah

 
Kegiatan Gerakan Penyelamatan Bumi tahun ini dititikberatkan pada Pengelolaan Sampah Rumah  Tangga. Pemkab Pekalongan menggelar kegiatan, di antaranya adalah workshop pengelolaan sampah rumah tangga, di Sentra Daur Ulang Sampah Plastik “Sejahtera Buana Group” di Jalan Raya Kayugeritan, Karanganyar, Selasa (12/7).
Workshop dibuka Kabag Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Pekalongan Dra. Hendriati, mewakili Bupati Drs. H. A. Antono, MSi. Workshop diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas perwakilan organisasi wanita, organisasi sosial dan kepemudaan, ormas dan unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutan yang dibacakan Hendriati,  Bupati berharap workshop dapat digunakan sebagai ajang untuk melakukan kampanye cinta lingkungan serta menggalang partisipasi berbagai pihak untuk menjaga kebersihan lingkungan  dan dapat bermanfaat dan dikelola secara baik dan benar.
Bupati mengungkapkan, sampah sampai hari ini masih menjadi perhatian utama dan menjadi masalah yang harus dipecahkan bersama-sama. Meningkatnya jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat mengakibatkan bertambahnya volume dan karakteristik sampah yang semakin beragam. Pengelolaan sampah selama ini juga belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga memberikan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. ”Permasalahan tersebut telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu dari mulai hulu sampai ke hilir, agar memberikan manfaat ekonomi, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat,” tutur Bupati dalam sambutannya.
Bupati dalam kesempatan itu juga menggambarkan kondisi persampahan di Kabupaten Pekalongan yang sampai  saat ini  masih dalam kondisi sangat memprihatinkan, baik dari segi sarana prasana maupun tingkat kesadaran masyarakat. Setiap hari  rata–rata setiap orang menghasilkan sampah sebesar 1,15 liter/hari dan sumber sampah terbanyak adalah pemukiman dan pasar tradisional, dengan komposisi sampah organik 75-85 % dan sisanya sampah anorganik. Sementara jumlah penduduk Kota SANTRI sekitar 1.282.600 jiwa, sehingga total produksi sampah di Kabupaten Pekalongan rata-rata 1.474,990 liter/hari atau 1474,99 m3/hari. Namun, sampah yang terangkut masuk ke TPA hanya 270 m3/hari atau 18,3% dan TPA Bojonglarang, satu-satunya TPA di Kabupaten Pekalongan saat ini kondisinya sudah overload.
Usai membuka secara resmi workshop, Heni, begitu sapaan Hendriati, menyerahkan bantuan alat pengolah sampah berupa satu unit mesin pencacah sampah organik kepada Direktur Bank Sampah ”Bumi Lestari”, Masruri, empat buah komposter sampah dan enam buah keranjang Takakura kepada Camat Wonopringgo dan Camat Karanganyar. Workshop menghadirkan narasumber dari Dinas Pengairan Pertambangan Kebersihan dan Pertamanan (DPPKP) dan Bank Sampah Bumi Lestari
Minggu, 12 Mei 2013

Renungan cerita kasih sayang ibu dan anak

 


Renungan cerita kasih sayang ibu dan anak adalah cerita yang saya karang sendiri, yang di tujukan untuk pembuatan film singkat anak ekstrakurikuler multimedia. Cerita ini bersumber dari sebuah cerita tentang seorang ibu dan anak, tetapi karena kebutuhan film singkat multimedia anak SMP, akhirnya saya tambahkan agar sedikit dramatis. Adapun jika ternyata di dalam cerita ini terdapat kesamaan nama, tempat dan waktu (hehehe.. kayak yang di sinetron) maka saya menyatakan dengan ini "bukan niatku" karena cerita ini hanyalah fiktif belaka, tidak ada unsur untuk menyinggung maupun menyakiti siapapun.untuk pembuatan film singkat anak ekstrakurikuler multimedia. Cerita ini bersumber dari sebuah cerita tentang seorang ibu dan anak, tetapi karena kebutuhan film singkat multimedia anak SMP, akhirnya saya tambahkan agar sedikit dramatis. Adapun jika ternyata di dalam cerita ini terdapat kesamaan nama, tempat dan waktu (hehehe.. kayak yang di sinetron) maka saya menyatakan dengan ini "bukan niatku" karena cerita ini hanyalah fiktif belaka, tidak ada unsur untuk menyinggung maupun menyakiti siapapun.