Nasib Sugiarto (40) berubah 180 derajat setelah berinvestasi dengan
Lihan. “Waktu itu saya mencoba dengan modal Rp 5 Juta,” ujar bapak dua
anak ini.
Dengan uang tersebut, sekarang Sugi, panggilan akrabnya,
sudah jadi miliarder. “Padahal, awalnya saya hanya tukang ojek,”
ujarnya.
Perubahan nasib itu, kata Sugi, tidak lepas dari sosok
Lihan. “Alhamdulillah. Semua ini berkat karunia Allah yang mempertemukan
saya dengan sosok Bapak Lihan sehingga kehidupan saya berubah total,”
ujarnya.
Sugi mengaku, modal yang diusahakan bersama Lihan sudah
mencapai Rp 12 miliar. “Saya bersama Lihan dan empat orang lainnya juga
mendirikan perusahan PT Tri Abadi Mandiri di Lebak Bulus Jakarta,”
ujarnya yang di temui di rumahnya, Jalan Karet Balitra Loktabat Utara.
Kerja
sama yang dilakukan bersama Lihan, kata Sugi, berawal dari mendirikan
lembaga pendidikan. “Awalnya dari kursus sopir mobil. Sekarang sudah
merambah ke bisnis
digital printing yang didirikan di Pelaihari. Mesin
digital printing ini ditopang oleh jalur bisnis raksasa Lihan yang langsung mendapat paten dari Cina,” ujarnya.
Di
samping memperkokoh jalur usaha, Sugi juga mengembangkan sikap
sosialnya, yakni dengan dana pribadi merintis SD Islam Terpadu Babul
Jannah. “Gurunya saya rekrut delapan orang dan semuanya saya gaji
sendiri. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Selain Sugi, ada juga seorang loper koran merangkap
office boy, Udel (30). Warga Kemuning Banjarbaru ini sekarang sudah menikmati hasil tanam modal ke Lihan yang dilakukan sejak Mei 2007.
“Kini saya sudah memiliki dua sepeda motor, perabot rumah serba baru, bahkan rumah baru,” ujarnya.
Udel
mengaku sangat percaya dengan apa yang dikatakan Lihan. “Meski ada isu
itu, tetapi nyatanya semua tetap lancar. Malah saya mau nambah lagi,”
ujarnya.
(sar)